Jumat, 11 Mei 2012

Memancing


Langit Kota Bengkulu begitu tidak bersahat, awan hitam mengelayut dilangit-langit Kota Bengkulu. Tapi itu tidak menyurutkan niat  saya bersama teman saya untuk tetap pergi  dan kemudian memacu kendaraan roda dua saya menuju tempat pemancingan umum yang ada disudut Kota Bengkulu . ya, kegiatan saya dan salah seorang teman selepas Sholat Jumat ini akan berlibur untuk memancing dilepas pantai dan juga sekaligus hunting fhoto untuk tugas perkuliahan saya. Hujan rintik-rintikpun mulai membasahi tubuh kami ketika kami telah berada diperjalanan, dan sambil terus memacu kendaraan secara perlahan menuju spot pemancingan, saya tak henti-hentinya berdoa, agar hujan tidak turun dengan deras. Karena apabila hujan turun dengan deras, alhasil ini akan membuyarkan semua rencana yang telah tersusun dengan rapi. Doa saya kali ini sepertinya dikabulkan oleh yang Maha Kuasa. Karena tidak lama berselang awan hitam yang menggelayut perlahan semakin lama semakin menjauhi Kota Bengkulu, dan rintik-rintik hujanpun semakin menghilang. Hingga sampai spot pemancingan yang saya tuju, alhamdullilah semua berjalan lancar dan selamat, hanya tersisa bercak-bercak rintik-rintik hujan dibaju yang saya kenakan.
Sesampainya dispot yang dituju, salah seorang teman saya yang lainnya sudah menunggu diatas onggokan kapal-kapal nelayan yang sedang berlabuh. Karena memang teman saya yang satu ini anak Pantai, jadi hari-harinya biasanya dihabiskan sisekitaran tempat kapal-kapal nelayan bersandar ketika tidak melaut. Kebetulan hari ini kawan saya ini sedang tidak melaut, dan telah sepakat untuk menemani saya dan teman saya untuk memancing dipinggiran muara, sekaligus mencari-cari objek yang tepat untuk diabadikan dengan kamera yang kami bawa. Secepatnya setelah memarkirkan kendaran, sayapun mempersiapan perlengkapan memancing saya. Dan diatas kapal nelayan yang bersandar, perlahan kamipun mulai larut kedalam suasana pemancingan yang cukup mengasyikan, karena tubuh kami diterpa dengan semburan angin pantai yang  sepoi-sepoi. Ditambah lagi dengan goyangan kapal nelayan yang terombang-ambing diterpa hempasan angin.
Dengan sabar, kami menantikan pergerakan tali pancing kami, kalau-kalau umpan yang kami pasang disambar oleh ikan-ikan kelaparan yang ada didasar air. Tetapi beberapa menit berlalu, belum juga ada tanda-tanda kehidupan yang menyentuh umpan yang mengait dipancing kami. Kamipun mulai menaikan kail kami perlahan, memeriksa apakah mungkin umpan yang kami pasang telah habis digerogoti oleh ikan-ikan kecil atau masih ada tapi tak tersentuh oleh ikan. Dan hasilnya ternyata umpan kami segaian masih utuh dan sebagian termakan oleh ikan-ikan kecil yang menggerogoti umpan kami. Tanpa hilang kesabaran, kamipun kembali melempar umpan kami ketengah air, berharap dengan segera ada ikan yang akan terpancing dan tergoda oleh umpan yang kami pasang.
Beberapa menit berlalu , belum jua ada tanda-tanda kami akan mendapatkan hasil dari umpan yang kami pasang. Beberapa saat kemudian mata kamipun teralihkan dengan datangnya kapal nelayan yang akan merapat disamping kapal nelayan yang sedang bersandar. Terlihat bahwa kapal nelayan yang baru datang itu baru saja pulang dari melaut. Dan tentunya nelayan itu membawa hasil ikan-ikan yang telah ditangkapnya. Sejenak kamipun mengalihkan perhatian kami, dari pancing yang kami pegang ke kapal nelayan yang baru datang. Karena kapal ini sepertinya membawa ikan-ikan yang banyak. Setelah merapat, nelayanpun mulai membuka box-box besar yang berada dikapalnya. Terlihat disisi lain, berdatangan beberapa orang pemuda yang sepertinya kuli-kuli angkut ikan yang akan mengangkut ikan yang baru datang dibawa nelayan . dan akan membantu mengeluarkan ikan dari kapal nelayan, yang kemudian membawanya ketempat pelelangan ikan, yang tak jauh dari tempat kapal nelayan itu bersandar.
Mata kamipun tak berpaling dari kotak box yang berada dikapal nelayan itu, perlahan kotak boxpun dibuka. Hasilnya, waaah!!! Ikan-ikan yang sangat besar keluar dari box-box nelayan itu. Ada banyak ikan yang dikeluarkan dari box itu, yang setau kami itu ikan pari yang kira-kira beratnya mencapai 20 kg, karena mereka mengangkatnyapun bergotong royong. Terlihat lagi oleh kami ikan besar yang beratnya sekitaran 20 kg juga, tapi ikannnya berbeda. Jujur saya baru melihat ikan itu secara nyata didepan mata saya kali ini.  Ini ikan Hiu tutul! Kawan. Yang terbesit dalam pikiran saya ketika melihat ikan itu, emangnya boleh ditangkap ya ikan ini. Setau saya ikan ini hewan dilindungi. Tapi saya tidak tau pasti itu benar atau salah. Yang saya tau saya menikmati dengan mata saya  ikan yang ada didepan mata saya ini, dan tak lupa saya mengabadikan dengan beberapa jepretan. Senyum kemenangan terbesit dari wajah yang sepertinya pemilik ikan itu.
Kita tinggalkan ikan-ikan besar yang dibawa nelayan ini. Kita kembali fokus ke pancing yang sedari tadi kami biarkan terombang ambing diterpa angin laut. Dan ketika kami angkat, ternyata belum jua menghasilkan ikan di ujung kail kami. Kamipun kembali mencoba melempar kail untuk yang kesekian kalinya, beberapa detik menunggu, wah terasa gagang pancing saya bergetar! Itu artinya ada ikan yang sedang mencoba menikmati umpan yang kami pasang. Dalam hitungan detik, sayapun mengangkat joran yang saya pegang dengan cepat, hasilnya ikan terlihat menyangkut dikail saya. Ikan memberontak berusaha melepaskan diri , tapi saya tak memberi ampun, dengan segera saya menaikan ikan yang berwarna-warni ini ke daratan. Saya tidak tau ini ikan apa namanya. Yang jelas saya senang mendaptkan ikan ini. Dengan bangga saya tunjukan kepada teman saya bahwa saya berhasil menaikan ikan, setelah sekian lama menunggu.
Ikan pertama ini semakin membuat semangat memancing kami semakin menggebu-gebu, berharap mendapkan ikan-ikan lainnya. Dan tak lama teman sayapun menaikan satu ikan kedaratan. Kamipun kembali melemparkan kail kami ke air.tetapi harapan tinggal harapan, sekian lama kami menunggu ikan-ikan berikutnya, tak ada lagi ikan yang kami angkat kedaratan. Bahkan saking penasarannya, kamipun hingga berpindah-pindah tempat untuk mendaptkan ikan-ikan berikutnya. Tapi hanya dua ekor inilah yang dapat kami bawa pulang kerumah sampai berakhirnya kegiatan memancing kami. Kamipun sedikit mengobati kerinduan akan-ikan lainnya, dengan berfoto-foto diatas kapal-kapal nelayan.itu mengobati kerinduan kami pengganti ikan-ikan lainnya yang belum sempat kami angkat kedaratan. Haha.
Setelah puas berada disekitaran kapal-kapal nelayan, kamipun memutuskan untuk pulang kembali keberanda rumah . karena memang matahari sudah semakin merendah, dan akan digantikan dengan datangnnya malam. Walaupun hanya mendapatkan dua ekor ikan, kami merasa senang dan puas. Karena kami mendapatkannya dengan usaha kami sendiri. Apapun yang kita lakukan dengan usaha dan kesabaran, walaupun hasilnya tidak maksimal, akan menimbulkan rasa kepuasan yang tida tandingnnya.. . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar